Pilunya Hati Orang Tua di Air Bening: Pelajar SMK Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur


Oplus_131072

Editor By Redaksi

Radar Ekpress.com // REJANG LEBONG — Kabar duka menyelimuti warga Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berusia 16 tahun berinisial FM ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya pada Selasa (14/4/2026) sore. Peristiwa tersebut diduga merupakan aksi bunuh diri.

Kapolsek Bermani Ulu, IPTU R. Pasaribu, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri sepulang dari kebun.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.10 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, ayah korban, Edison (50), pulang ke rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Setibanya di rumah, ia memanggil anaknya, namun tidak mendapat jawaban.

Merasa curiga karena pintu kamar tertutup rapat, Edison kemudian membuka pintu tersebut. Saat itulah ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang plastik yang diikatkan pada kayu balok atap kamar.

“Korban ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri setelah tidak menjawab panggilan,” ujar Pasaribu.

Korban diketahui merupakan pelajar aktif di salah satu SMK di wilayah tersebut dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Selain ayah korban, ibu korban Yanti (45) serta seorang saksi lainnya, Legiono (50), turut berada di lokasi kejadian.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos bergaris putih-abu-abu dan celana pendek berwarna biru. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tali tambang yang digunakan korban.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya bekas jeratan di leher yang mengarah pada dugaan gantung diri. Kaku mayat diperkirakan telah terjadi beberapa jam sebelum korban ditemukan.

Pihak keluarga, yang masih dalam kondisi berduka, menyampaikan permohonan agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Permintaan tersebut disertai dengan surat pernyataan resmi, dan kepolisian menghormati keputusan keluarga dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pendidik, untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis anak-anak dan remaja.

“Perlu adanya komunikasi yang terbuka dalam keluarga agar hal-hal seperti ini bisa dicegah,” kata Pasaribu.

Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [ ]

Berita Terkait

Top