Harga Sawit Bengkulu Terjun Bebas, Masyarakat Desak Pemerintah Tindak Tegas PKS Nakal


Editor By Redaksi

Radar Ekpress.com //Bengkulu – Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu terus menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan alasan harga sawit bisa terjun bebas, padahal kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor crude palm oil (CPO) disebut belum sepenuhnya diterapkan.

Masyarakat menilai kondisi tersebut menimbulkan kejanggalan. Sebab, sebelum kebijakan berjalan penuh, harga sawit di tingkat petani justru sudah lebih dulu mengalami penurunan drastis.

“Yang jadi pertanyaan masyarakat, kebijakan ini saja belum diterapkan sepenuhnya, kenapa harga sawit langsung terjun bebas,” ujar seorang petani.

Diketahui, ketidakpastian pasar muncul setelah pemerintah menggulirkan kebijakan tata kelola ekspor CPO satu pintu melalui Badan PT dan Antara Sumber Daya Indonesia (DSI). Meski masih dalam tahap transisi, dampaknya disebut sudah terasa di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Situasi itu diperparah dengan melemahnya harga tender CPO global yang memicu kepanikan pasar. Akibatnya, sejumlah PKS disebut mulai menekan harga beli TBS dari petani swadaya secara sepihak.

Masyarakat pun mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas terhadap pengusaha sawit maupun PKS yang dinilai seenaknya menurunkan harga tanpa mempertimbangkan kondisi petani.

“Pemerintah jangan hanya diam melihat petani menjerit. Kalau ada perusahaan yang sengaja memainkan harga dan menekan petani, harus ditindak tegas,” kata warga lainnya.

Warga menilai lemahnya pengawasan membuat posisi petani swadaya semakin terpuruk. Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan harga TBS di tingkat PKS, sekaligus memperketat pengawasan terhadap perusahaan sawit yang diduga memanfaatkan situasi ketidakpastian kebijakan untuk menurunkan harga secara sepihak.

Menurut masyarakat, petani tidak boleh terus dijadikan pihak yang paling dirugikan setiap kali terjadi gejolak pasar maupun perubahan kebijakan ekspor sawit.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait yang berwenang dalam pengawasan tata niaga dan penetapan harga sawit belum dapat memberikan keterangan resmi terkait anjloknya harga TBS di provinsi Bengkulu .

Media ini masih berupaya mencari dan menghimpun informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang utuh mengenai kondisi tersebut.

Berita Terkait

Top