Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak Dihadiri 400 Tokoh, Jadi Momentum Pelestarian Budaya di Rejang Lebong
Editor By Redaksi
Radar Ekpress.com // Rejang Lebong – Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak yang digelar di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, tersebut dihadiri lebih dari 400 tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, tokoh masyarakat Lembak dari luar daerah, hingga kalangan mahasiswa.
Kehadiran generasi muda, khususnya mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi, turut memberi warna tersendiri dalam pembukaan Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak. Partisipasi mereka dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya pelestarian adat dan budaya Lembak di tengah perkembangan zaman.
Suksesnya pelaksanaan Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya dukungan moral dari tujuh wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Rejang Lebong, yakni Destiansyah, Endang Ismanidar, Rico Candra, Nirwan Paraji, Rosni Harwan, Beni Sanjaya, dan Salbani. Ketujuh legislator tersebut disebut telah memberikan dukungan sejak awal persiapan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan musyawarah.
Pelaksanaan musyawarah juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Lembak, H. Nang Ibrahim, yang merupakan mantan anggota DPRD Rejang Lebong sekaligus pemilik Yayasan Rajiah Qasim. Ia memberikan fasilitas tempat pelaksanaan musyawarah secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian dan penguatan identitas masyarakat adat Lembak.
Tidak kalah penting, seluruh rangkaian Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak mendapat pengamanan penuh dari jajaran Polsek Padang Ulak Tanding yang saat ini dipimpin AKP EH Purba DTT WTDA. Pengamanan dilakukan sejak awal hingga berakhirnya kegiatan sehingga acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.
Ketua Panitia Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak, Ishak Burmansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya pelaksanaan musyawarah ini. Secara khusus kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolsek Padang Ulak Tanding beserta jajaran yang telah membantu pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan,” ujar Ishak.
Kegiatan Musyawarah Masyarakat Adat Lembak yang digelar pada 15 Juni 2026 di Padang Ulak Tanding dan dihadiri lebih dari 400 tokoh adat tersebut dinilai telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggali, mendokumentasikan, dan menyatukan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Lembak. Langkah tersebut dianggap penting agar adat Lembak memperoleh pengakuan dan pengesahan dari pemerintah guna mendukung pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong.
Kehadiran Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, juga memberikan makna tersendiri bagi masyarakat adat Lembak. Selain dikenal sebagai bagian dari masyarakat Lembak, kehadirannya dipandang sebagai bentuk dukungan moral dari pemerintah daerah agar masyarakat tetap menjaga, melestarikan, dan mempertahankan adat istiadat Lembak sehingga tidak punah maupun terkikis oleh perkembangan zaman.






