Ibu Pelaku Begal di Rejang Lebong Viral, Soroti Maraknya Narkoba di Binduriang
Oplus_131072
Editor By Redaksi
Radar Ekpress.com //Rejang Lebong – Unggahan seorang warga bernama Kartini Rinut di media sosial Facebook menjadi perhatian publik setelah memuat keluhan terkait peredaran narkoba di wilayah Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam unggahan tersebut, Kartini menyampaikan permintaan kepada sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat kepolisian, agar melakukan penindakan serius terhadap peredaran narkotika. Ia menyebut kondisi di wilayahnya kian mengkhawatirkan.
Kartini diketahui merupakan orang tua dari seorang pemuda yang diduga terlibat dalam kasus pembegalan yang terjadi baru-baru ini. Dalam tulisannya, ia menegaskan bahwa tindakan anaknya tidak terlepas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.
Ia menyebut, peredaran narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah Binduriang berlangsung cukup bebas. Kondisi tersebut, menurut dia, telah menjerumuskan anaknya hingga melakukan tindak kriminal.
Kartini juga mengungkapkan bahwa anaknya diduga mengalami ketergantungan terhadap narkoba. Ia mengaku sejumlah barang miliknya dijual oleh sang anak untuk memenuhi kebutuhan membeli barang terlarang tersebut.
Dalam narasinya, Kartini menekankan bahwa persoalan yang dihadapi bukan semata terkait kondisi ekonomi keluarga. Ia menilai, faktor lingkungan dan lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkoba menjadi penyebab utama.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemuda tersebut berstatus mahasiswa dan telah diamankan aparat. Aksi pembegalan yang dilakukannya diduga bertujuan memperoleh uang untuk membeli narkoba.
Tokoh masyarakat setempat, Soni, membenarkan bahwa akun Facebook tersebut milik orang tua pelaku. Ia menyatakan, persoalan peredaran narkoba di Binduriang memang menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Unggahan Kartini memicu respons dari berbagai kalangan di media sosial. Sejumlah warganet menilai, kasus pembegalan yang terjadi tidak dapat dilepaskan dari persoalan yang lebih luas, termasuk dugaan maraknya peredaran narkoba.
Sejumlah pihak mendorong aparat penegak hukum untuk tidak hanya menindak pelaku kejahatan jalanan, tetapi juga menelusuri dan menindak jaringan peredaran narkoba yang diduga menjadi faktor pendorong meningkatnya tindak kriminal.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut maupun kaitannya dengan kasus pembegalan yang terjadi. [ Re ]






