Bank Bengkulu Bekali Pelajar Literasi Media dan UMKM Digital
Radarekpress.com || Kota Bengkulu — Bank Bengkulu menggelar Diklat Jurnalistik dan UMKM Digital yang diikuti puluhan pelajar tingkat SMA dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu, Jumat (13/2). Kegiatan ini menjadi upaya konkret perbankan daerah dalam mendorong peningkatan literasi media sekaligus kewirausahaan digital di kalangan generasi muda.
Pelatihan yang berlangsung di lantai VII Graha Bank Bengkulu tersebut menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami dasar-dasar jurnalistik, etika bermedia, serta peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital.
Diklat ini merupakan hasil kolaborasi Bank Bengkulu bersama Direktur LEKAD, Wahyou Grandia. Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan, antara lain Ketua KPID Provinsi Bengkulu Tedi Cho serta wartawan televisi senior Verdi Navutor.
Tidak hanya pelajar SMA, kegiatan ini juga menarik minat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan jurnalistik dasar, etika produksi konten, hingga strategi memanfaatkan platform digital untuk pengembangan UMKM.
Dalam sambutannya, pihak Bank Bengkulu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda dinilai perlu dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan memproduksi konten digital yang produktif dan bernilai ekonomi.
Sementara itu, Wahyou Grandia menekankan pentingnya literasi jurnalistik bagi pelajar agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda dituntut mampu memilah fakta, menghindari hoaks, serta menyampaikan pesan secara edukatif dan bermanfaat.
Pada sesi materi, Tedi Cho menyoroti pentingnya etika dalam produksi konten, khususnya di media sosial. Menurut dia, kebebasan berekspresi harus diimbangi dengan tanggung jawab hukum dan moral.
Konten yang viral belum tentu berkualitas, sehingga kreator muda perlu mengedepankan informasi yang informatif, inspiratif, dan sesuai dengan aturan penyiaran.
Selain jurnalistik, peserta juga dibekali materi pemasaran digital UMKM. Pembahasan meliputi pemanfaatan media sosial dan marketplace, strategi branding, pentingnya foto produk, penulisan deskripsi yang menarik, hingga teknik promosi agar produk lokal mampu bersaing di pasar digital.
Verdi Navutor menambahkan, keterampilan membuat konten dapat membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda, mulai dari kreator konten, pengelola media sosial, hingga jurnalis lepas. Namun, peluang tersebut harus didukung pemahaman teknik dasar penulisan, pengambilan gambar, dan penyuntingan.
“Jika dikelola dengan baik, konten tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan penggerak ekonomi. Anak muda Bengkulu memiliki potensi besar untuk mengangkat isu lokal sekaligus mempromosikan produk daerah,” ujarnya.
Melalui diklat ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten kreatif yang bertanggung jawab serta memahami strategi pemasaran digital bagi UMKM. Dengan demikian, mereka dapat berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menjadi generasi yang cakap media serta melek teknologi.
Para peserta pun berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Bengkulu yang siap menghadapi tantangan dunia digital, baik sebagai kreator konten maupun pelaku UMKM di masa depan.






